• Home
  • About
  • Contact

Kabar Majalengka

  • Home
  • Kriminal
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Tempat Wisata
Home → Arsip untuk December 2015

Sejarah Kabupaten Majalengka (Part 2)

Fahmi Anjani
11:15
Pintu Masuk Museum Talaga Manggung


Zaman Kerajaan Islam di Talaga (Pengaruh Kasultanan Cirebon)


Pemerintahan Ratu Sunyalarang

Sebagai puteri tunggal dia naik tahta menggantikan ayahandanya Sunan Parung dan menikah dengan turunan putera Prabu Siliwangi bernama Raden Rangga Mantri atau lebih dikenal dengan Prabu Pucuk Umum.Pada masa pemerintahannya Agama Islam sudah berkembang dengan pesat. Banyak rakyatnya yang memeluk agama tersebut hingga akhirnya baik Ratu Sunyalarang maupun Prabu Pucuk Umum memeluk Agama Islam. Agama Islam berpengaruh besar ke daerah-daerah kekuasaannya antara lain Maja, Rajagaluh dan Majalengka.Prabu Pucuk Umum adalah Raja Talaga ke-2 yang memeluk Agama Islam. Hubungan pemerintahan Talaga dengan Cirebon maupun Kerajaan Pajajaran baik sekali. Sebagaimana diketahui Prabu Pucuk Umum adalah keturunan dari prabu Siliwangi karena dalam hal ini ayah dia yang bernama Raden Munding Sari Ageung merupakan putera dari Prabu Siliwangi. Jadi pernikahan Prabu Pucuk Umum dengan Ratu Sunyalarang merupakan perkawinan keluarga dalam derajat ke-IV.Hal terpenting pada masa pemerintahan Ratu Sunyalarang adalah Talaga menjadi pusat perdagangan di sebelah Selatan.

Pemerintahan Rangga Mantri atau Prabu Pucuk Umum

Dari pernikahan Raden Rangga Mantri dengan Ratu Parung (Ratu Sunyalarang putri Sunan Parung, saudara sebapak Ratu Pucuk Umun suami Pangeran Santri ) melahirkan 6 orang putera yaitu :- Prabu Haurkuning - Sunan Wanaperih - Dalem Lumaju Agung- Dalem Panuntun - Dalem Panaekan Akhir abad XV Masehi, penduduk Majalengka telah beragama Islam.Dia sebelum wafat telah menunjuk putera-puteranya untuk memerintah di daerah-daerah kekuasaannya, seperti halnya :Sunan Wanaperih memegang tampuk pemerintahan di Walagsuji; Dalem Lumaju Agung di kawasan Maja; Dalem Panuntun di Majalengka sedangkan putera pertamanya, Prabu Haurkuning, di Talaga yang selang kemudian di Ciamis. Kelak keturunan dia banyak yang menjabat sebagai Bupati.Sedangkan dalem Dalem Panaekan dulunya dari Walangsuji kemudian berpindah-pindah menuju Riung Gunung, sukamenak, nunuk Cibodas dan Kulur.Prabu Pucuk Umum dimakamkan di dekat Situ Sangiang Kecamatan Talaga.

Pemerintahan Sunan Wanaperih

Terkenal Sunan Wanaperih, di Talaga sebagai seorang Raja yang memeluk Agama Islam pun juga seluruh rakyat di negeri ini semua telah memeluk Agama Islam. Dia berputera 6 orang, yaitu :- Dalem Cageur - Dalem Kulanata - Apun Surawijaya atau Sunan Kidul- Ratu Radeya - Ratu Putri - Dalem Wangsa Goparana. Diceritakan bahwa Ratu Radeya menikah dengan Arya Sarngsingan sedangkan Ratu Putri menikah dengan putra Syekh Abdul Muhyi dari Pamijahan bernama Sayid Faqih Ibrahim lebih dikenenalSunan Cipager. Dalem Wangsa Goparana pindah ke Sagahelang Cianjur, kelak keturunan dia ada yang menjabat sebagai bupati seperti Bupati Wiratanudatar I di Cikundul. Sunan Wanaperih memerintah di Walangsuji, tetapi dia digantikan oleh puteranya Apun Surawijaya, maka pusat pemerintahan kembali ke Talaga. Putera Apun Surawijaya bernama Pangeran Ciburuy atau disebut juga Sunan Ciburuy atau dikenal juga dengan sebutan Pangeran Surawijaya menikah dengan putri Cirebon bernma Ratu Raja Kertadiningrat saudara dari Panembahan Sultan Sepuh III Cirebon.Pangeran Surawijaya dianungrahi 6 orang anak yaitu - Dipati Suwarga-Mangunjaya - Jaya Wirya - Dipati Kusumayuda - Mangun Nagara - Ratu Tilarnagara Ratu Tilarnagara menikah dengan Bupati Panjalu (Kerajaan Panjalu Ciamis) yang bernama Pangeran Arya Sacanata yang masih keturunan Prabu Haur Kuning. Pengganti Pangeran Surawijaya ialah Dipati Suwarga menikah dengan Putri Nunuk dan berputera 2 orang, yaitu :- Pangeran Dipati Wiranata- Pangeran Secadilaga atau pangeran RajiPangeran Surawijaya wafat dan digantikan oleh Pangeran Dipati Wiranata dan setelah itu diteruskan oleh puteranya Pangeran Secanata Eyang Raga Sari yang menikah dengan Ratu Cirebon mengantikan Pangeran Secanata. Arya Secanata memerintah ± tahun 1762.

Masa Penjajahan Belanda


Pembentukan Kabupaten Maja.

Tahun 1819 dibentuk Karesidenan Cirebon yang terdiri atas Keregenaan (Kabupaten) Cirebon, Kuningan, Bengawan Wetan, Galuh (Ciamis Sekarang) dan Maja. Kabupaten Maja adalah cikal bakal Kabupaten Majalengka. Pembentukan Kabupaten Maja berdasarkan Besluit (Surat Keputusan) Komisaris Gubernur Jendral Hindia Belanda No.23 Tanggal 5 Januari 1819. Kabupaten Maja adalah gabungan dari tiga distrik yaitu. Distrik Sindangkasih, Distrik Talaga, dan Distrik Rajagaluh. Kabupaten Maja beribukota di Kota Kecamatan Maja sekarang. Bupati pertama Kabupaten Maja adalah RT Dendranegara. Kabupaten Maja mencakup wilayah Talaga, Maja, Sindangkasih, Rajagaluh, Palimanan dan Kedondong.

Perubahan Nama Kabupaten Maja menjadi Kabupaten Majalengka.

Tanggal 11 Februari 1840, keluar surat Staatsblad No.7 dan BesluitGubernur Jendral Hindia Belanda No.2 yang menjelasakan perpindahan Ibukota Kabupaten ke Wilayah Sindangkasih yang kemudian diberi nama 'Majalengka', kemudian nama Kabupaten disesuaikan dengan nama ibukota kabupaten yang baru, dari Kabupaten Maja menjadi Kabupaten Majalengka. Pemberian nama Majalengka atau dari mana asal usul Majalengka masih menjadi misteri, Nama Majalengka menurut Legenda adalah ucapan ‘Majane Langka” dari pasukan Cirebon serta Pangeran Muhammad dan Siti Armilah ketika tidak menemukan buah Maja setelah Hutan Pohon Maja dihilangkan oleh Nyi Rambut Kasih, Ratu Kerajaan Sindangkasih. Dalam Buku Sejarah Majalengka Karya N. Kartika yang mewawancarai Budayawan Ayatrohaedi, Nama Majalengka bila diartikan dalam bahasa Jawa Kuno yaitu kata ‘Maja’ merupakan nama buah dan kata ‘Lengka’ yang berati pahit, jadi kata 'Majalengka' adalah nama lain dari kata Majapahit. Majalengka sebagai ibukota kabupaten selanjutnya semakin dikuatkan dengan adanya Surat Staatsblad, 1887 No. 159 mengatur dan menjelaskan tentang batas-batas wilayah dari Kota Majalengka

Masa Penjajahan Jepang

Masa penjajahan Jepang (1942-1945) di Majalengka ditandai dengan adanya eksploitasi romusha dan pembangunan Lapangan Terbang Militer Jepang di Kawasan Ligung. Lapangan terbang ini diselesaikan pada tahun 1944, dan pasukan Jepang dari sana terbang untuk melakukan operasi militer di Burma (Myanmar) pada tahun 1945
.

Sejarah Kabupaten Majalengka (Part 1)

Fahmi Anjani
11:03
Alun-Alun Majalengka Pada Jama Hindia Belanda


Zaman Kerajaan Budha di Talaga


Pemerintahan Batara Gunung Picung
Kerajaan Hindu di Talaga berdiri pada abad XIII Masehi, Raja tersebut masih keturunan Ratu Galuh bertahta di Ciamis, dia adalah putera V, juga ada hubungan darah dengan raja-raja di Pajajaran atau dikenal dengan Raja Siliwangi. Daerah kekuasaannya meliputi Talaga, Cikijing, Bantarujeg, Lemahsugih, Maja dan sebagian Selatan Majalengka.Pemerintahan Batara Gunung Picung sangat baik, agam yang dipeluk rakyat kerajaan ini adalah agama Hindu.Pada masa pemerintahaannya pembangunan prasarana jalan perekonomian telah dibuat sepanjang lebih 25 Km tepatnya Talaga - Salawangi di daerah Cakrabuana.Bidang Pembangunan lainnya, perbaikan pengairan di Cigowong yang meliputi saluran-saluran pengairan semuanya di daerah Cikijing.Tampuk pemerintahan Batara Gunung Picung berlangsung 2 windu.Raja berputera 6 orang yaitu :- Sunan Cungkilak - Sunan Benda - Sunan Gombang - Ratu Panggongsong Ramahiyang- Prabu Darma Suci- Ratu Mayang KarunaAkhir pemerintahannya kemudian dilanjutkan oleh Prabu Darma Suci.

Pemerintahan Prabu Darma Suci
Disebut juga Pandita Perabu Darma Suci. Dalam pemerintahan raja ini Agama Hindu berkembang dengan pesat (abad ke-XIII), nama dia dikenal di Kerajaan Padjajaran, Jawa Tengah, Jayakarta sampai daerah Sumatera. Dalam seni pantun banyak diceritakan tentang kunjungan tamu-tamu tersebut dari kerajaan tetangga ke Talaga, apakah kunjungan tamu-tamu merupakan hubungan keluarga saja tidak banyak diketahui.Peninggalan yang masih ada dari kerajaan ini antara lain Benda Perunggu, Gong, Harnas atau Baju Besi.Pada abad XIIX Masehi dia wafat dengan meninggalkan 2 orang putera yakni:- Bagawan Garasiang - Sunan Talaga Manggung

Pemerintahan Sunan Talaga Manggung

Tahta untuk sementara dipangku oleh Begawan Garasiang,.namun dia sangat mementingkan Kehidupan Kepercayaan sehingga akhirnya tak lama kemudian tahta diserahkan kepada adiknya Sunan Talaga Manggung.Tak banyak yang diketahui pada masa pemerintahan raja ini selain kepindahan dia dari Talaga ke daerah Cihaur Maja.

Pemerintahan Sunan Talaga Manggung

Sunan Talaga Manggung merupakan raja yang terkenal sampai sekarang karena sikap dia yang adil dan bijaksana serta perhatian dia terhadap agama Hindu, pertanian, pengairan, kerajinan serta kesenian rakyat.Hubungan baik terjalin dengan kerajaan-kerajaan tetangga maupun kerajaan yang jauh, seperti misalnya dengan Kerajaan Majapahit, Kerajaan Pajajaran, Kerajaan Cirebon maupun Kerajaan Sriwijaya.Dia berputera dua, yaitu :- Raden Pangrurah - Ratu Simbarkencana Raja wafat akibat penikaman yang dilakukan oleh suruhan Patih Palembang Gunung bernama Centangbarang. Kemudian Palembang Gunung menggantikan Sunan Talaga Manggung dengan beristrikan Ratu Simbarkencana. Tidak beberapa lama kemudian Ratu Simbarkencana membunuh Palembang Gunung atas petunjuk hulubalang Citrasinga dengan tusuk konde sewaktu tidur.Dengan meninggalnya Palembang Gunung, kemudian Ratu Simbarkencana menikah dengan turunan Panjalu bernama Raden Kusumalaya Ajar Kutamanggu dan dianugrahi 8 orang putera diantaranya yang terkenal sekali putera pertama Sunan Parung.

Pemerintahan Ratu Simbarkencana

Sekitar awal abad XIV Masehi, dalam tampuk pemerintahannya Agama Islam menyebar ke daerah-daerah kekuasaannya dibawa oleh para Santri dari Cirebon.juga diketahui bahwa tahta pemerintahan waktu itu dipindahkan ke suatu daerah disebelah Utara Talaga bernama Walangsuji dekat kampung Buniasih (Desa Kagok Banjaran) .Ratu Simbarkencana setelah wafat digantikan oleh puteranya Sunan Parung.

Pemerintahan Sunan Parung

Pemerintahan Sunan Parung tidak lama, hanya beberapa tahun saja.Hal yang penting pada masa pemerintahannya adalah sudah adanya Perwakilan Pemerintahan yang disebut Dalem, antara lain ditempatkan di daerah Kulur, Sindangkasih, Jerokaso Maja.Sunan Parung mempunyai puteri tunggal bernama Ratu Sunyalarang atau Ratu Parung.

Wisata Di Kebun Teh Cipasung Majalengka

Fahmi Anjani
05:36
Petik Teh di Kebun Teh Cipasung Majalengka, Tempat Wisata Terindah - Anda suka teh? Kalau iya, pasti nama ini tidak asing di pikiran Anda, "Kebun Teh Cipasung". Seperti yang Anda ketahui, kebun teh ini merupakan lereng yang kemudian ditanami teh yang terletak di daerah Cipasung, Majalengka, Jawa Barat. Namun, untuk lebih dalam mengetahui tempat wisata ini

1.    Keindahan alam Kebun Teh Cipasung Majalengka : Anda dapat menikmati kebun teh yang tidak akan Anda kelilingi hanya dalam 1 hari saja karena kebun teh ini luasnya mencapai 58 hektar. Di samping itu, Anda juga dapat mengunjungi pabrik pengeringan daun teh yang terletak di kawasan sana, sambil mencari pengetahuan baru tentang daun teh. Selama dalam perjalanan, Anda dijamin tidak akan suntuk karena di kanan-kiri terdapat lereng hijau yang naik dan turun. Udaranya juga sejuk sehingga jika Anda duduk-duduk disana mungkin akan mengantuk dan tertidur pulas. Namun, disarankan jika Anda ingin pergi ke sana, tepatkan momen liburan Anda pada musim panen teh, karena Anda dapat melihat para petani memetik teh langsung dari pohonnya.   

2.    Lokasi danTransportasi Kebun Teh Cipasung Majalengka : Berlokasi di Desa Cipasung, Kecamatan Lemahsugih (+59 Km dari Kota Majalengka). Belum ada angkutan umum yang menuju ke sana secara langsung, sehingga Anda dianjurkan membawa kendaraan roda dua saja karena kondisi alam yang naik turun. Sepeda Anda bisa dititipkan di warung-warung kecil di sekitar kebun.

3.    Tarif Kebun Teh Cipasung Majalengka : Biaya masuk kawasan ini tergolong murah, hanya Rp. 3.500/orang. Masalah transportasi, tergantung kepada Anda membawa kendaraan seperti apa. 

Sekian dulu, informasi mengenai Asyiknya Memetik Teh di Kebun Teh Cipasung yang saya sajikan untuk Anda.  Semoga bermanfaat.
Newer Posts
Older Posts
Subscribe to: Posts (Atom)

Blog Archive

  • ▼  2015 (5)
    • ▼  December (3)
      • Sejarah Kabupaten Majalengka (Part 2)
      • Sejarah Kabupaten Majalengka (Part 1)
      • Wisata Di Kebun Teh Cipasung Majalengka
    • ►  April (2)

About Me

Fahmi Anjani
View my complete profile

Popular Posts

  • Sejarah Kabupaten Majalengka (Part 2)
    Pintu Masuk Museum Talaga Manggung Zaman Kerajaan Islam di Talaga (Pengaruh Kasultanan Cirebon) Pemerintahan Ratu Sunyalarang ...
  • Gara Gara Uang Rp.30.000 Tega Bunuh Teman
    MAJALENGKA - Pada hari Senin 13/04/2015 tepatnya pada pukul 13.00 WIB, ditemukan sesosok mayat laki-laki ditemukan di pinggir sawah. Latar...
  • Sirkuit Road Race Permanen Majalengka
    MAJALENGKA- Kabar gembira buat para Rider di Majalengka dan sekitarnya, karena belum lama ini telah diresmikan sirkuit "Road Race...
  • Sejarah Kabupaten Majalengka (Part 1)
    Alun-Alun Majalengka Pada Jama Hindia Belanda Zaman Kerajaan Budha di Talaga Pemerintahan Batara Gunung Picung Kerajaan Hindu di ...
  • Wisata Di Kebun Teh Cipasung Majalengka
    Petik Teh di Kebun Teh Cipasung Majalengka, Tempat Wisata Terindah - Anda suka teh? Kalau iya, pasti nama ini tidak asing di pikiran Anda, ...

Labels

  • Kriminal
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Wisata

Popular Posts

  • Sejarah Kabupaten Majalengka (Part 2)
    Pintu Masuk Museum Talaga Manggung Zaman Kerajaan Islam di Talaga (Pengaruh Kasultanan Cirebon) Pemerintahan Ratu Sunyalarang ...
  • Gara Gara Uang Rp.30.000 Tega Bunuh Teman
    MAJALENGKA - Pada hari Senin 13/04/2015 tepatnya pada pukul 13.00 WIB, ditemukan sesosok mayat laki-laki ditemukan di pinggir sawah. Latar...
  • Sirkuit Road Race Permanen Majalengka
    MAJALENGKA- Kabar gembira buat para Rider di Majalengka dan sekitarnya, karena belum lama ini telah diresmikan sirkuit "Road Race...
  • Sejarah Kabupaten Majalengka (Part 1)
    Alun-Alun Majalengka Pada Jama Hindia Belanda Zaman Kerajaan Budha di Talaga Pemerintahan Batara Gunung Picung Kerajaan Hindu di ...
  • Wisata Di Kebun Teh Cipasung Majalengka
    Petik Teh di Kebun Teh Cipasung Majalengka, Tempat Wisata Terindah - Anda suka teh? Kalau iya, pasti nama ini tidak asing di pikiran Anda, ...

Pages

  • Beranda
Powered by Blogger.
Copyright © 2015 Kabar Majalengka. All rights reserved. My Notes Template. Simple Default Template edited by RT Media ™. Powered by Login